Keterbatasan pendidikan nampaknya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berinovasi. Begitu pula bagi Widarti. Menjadi seorang kader kesehatan di Posyandu desanya, membuat ia mulai peduli untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat. Salah satu program yang dirintisnya adalah mendorong masyarakat untuk memiliki jamban dan menghilangkan kebiasaan buruk buang air di sungai. Pada awalnya ini bukanlah hal yang mudah namun karena tekadnya yang kuat dan pantang menyerah, ia berhasil mengubah kebiasaan tersebut dengan menyelenggarakan arisan jamban dan pembuatan jamban murah.
Suatu ketika suaminya terpilih sebagai seorang Kepala Desa. Hal ini ia manfaatkan untuk membina kader kader kesehatan. Untuk meningkatkan kemandirian Posyandu, berkat bantuan uang 5 juta, ia membagikan masing masing 100 itik untuk Posyandu-posyandu yang ia naungi. Hasil dari panen itik tersebut nantinya sebagian digunakan untuk menghidupi posyandu. Selain itu, setelah wabah Chikungunya mewabah di daerahnya, ia berinisiatif untuk memeriksa jentik nyamuk di rumah-rumah penduduk, dan memberikan Stiker spesial dari Bupati yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga yang memilikinya. Tidak hanya di situ, ia juga mencanangkan program Tabulin, Tabungan Ibu Bersalin.
Widarti, adalah sosok wanita yang tidak mudah putus asa. Ia bertekad untuk terus melanjutkan perjuangannya dalam meningkatkan kesehatan warga desa Klakah dan menyadarkan para wanita akan pentingnya kemandirian, dan tidak bergantung kepada orang lain.
Untuk profil lengkap Widarti : KLIK DISINI!
Dukung Widarti sebagai Sang Teladan Favorit dan dapatkan 1 Ipod Nano & 20 Tas Laptop di tiap periode. Klik http://www.sangteladan.com/pemenang.php
4vE1VD2W
0 comments:
Post a Comment