Dokter. Mengenyam pendidikan S2. Seorang staff direksi komite mutu di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Berkesempatan melanjutkan pendidikan S3. Kurang apa coba? Yak, ternyata, ada hal lain yang ingin ia lakukan semasa hidupnya. Berbagi kepada masyarakat.
Setelah sebelumnya sempat membantu kecil-kecilan di Yayasan Pondok Kasih milik Bu Hana, akhirnya ia bertekad mendedikasikan secara total jiwa dan raganya bagi sosial setelah melihat betapa baiknya Bu Hana terjun membantu rakyat miskin. Dari situlah dia meninggalkan jabatannya sebagai wakil direktur di sebuah rumah sakit di Surabaya dan bergabung di Yayasan Pondok Kasih pada tahun 2009.
Setiap paginya Michael harus mengunjungi tempat-tempat yang kumuh dan jauh dari kenyamanan bagi kebanyakan orang. Namun di sinilah masyarakat yang dilayani oleh Michael bertempat tinggal, yaitu di tepi sungai berair hitam yang penuh sampah, di bawah jembatan layang yang gelap dan kotor, di tepi rel kereta api, di kompleks pembuangan sampah yang menyambut kehadiran Michael dengan serbuan lalat, bahkan hingga ke kompleks pemakaman umum. Michael yang mempunyai harapan untuk tetap mengabdikan hidupnya bagi pelayanan kesehatan kaum miskin ini sepanjang hidupnya, berprinsip, bila saat ini seseorang hanya dapat menyumbangkan sedikit dari waktunya atau dananya bagi orang lain, jangan pernah menunda untuk melakukan kebaikan itu, karena kasih dan kebaikan itu hendaknya dibagikan dan bukan untuk disimpan, sehingga setiap orang pun boleh melihat dan merasakan kebaikan Tuhan melalui perbuatan kecil kita.
Untuk profil lengkap Michael Leksodimulyo : KLIK DISINI!
Dukung Michael Leksodimulyo sebagai Sang Teladan Favorit dan dapatkan 1 Ipod Nano & 20 Tas Laptop di tiap periode. Klik http://www.sangteladan.com/pemenang.php
4vE1VD2W
0 comments:
Post a Comment